Pilkada merupakan agenda yang tidak bisa terelakkan lagi. Pesta demokrasi daerah untuk memilih kepala daerah saat ini memang sedang marak dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia baik di tingkat provinsi maupun kota dan kabupaten.
Waktu menjelang Pilkada merupakan waktu yang sangat penting bagi calon pemimpin daerah yang dimanfaatkan oleh mereka untuk berkampanye. Memikat hati rakyat untuk memilih mereka dalam Pilkada nantinya dengan mengumbar janji-janji manis.
Salah satu alat kampanye yang sering digunakan oleh pasangan calon dalam berkampanye adalah spanduk, stiker, pamflet, baliho dan beraneka macam poster tempel yang dilekatkan di tembok-tembok sampai di pelosok daerah.
Wajah kota yang tadinya sudah kurang indah akan semakin semrawut dengan kehadiran baliho, spanduk dan alat kampanye lainnya. Para kandidat seolah-olah berlomba menutupi wajah kota dengan alat kampanye mereka, bahkan mungkin kalau bisa seluruh kota akan ditutupi oleh atribut kampanye mereka tanpa mengindahkan kenyamanan dan estetika yang sangat mengganggu pemandangan kota.
Sangat disayangkan ternyata hal ini telah dilakukan jauh sebelum waktu kampanye yang ditetapkan oleh KPUD setempat. Mereka seolah-olah saling berlomba untuk 'mencuri start'. Kalau masyarakat lebih dewasa dalam mencermati hal ini maka sebenarnya bukan rasa simpatik yang akan diperoleh oleh pasangan-pasangan calon tersebut.
Dapat dibayangkan kalau satu pasangan calon memiliki anggaran kampanye sampai lebih dari 100 miliar maka tidak mustahil kalau satu wilayah akan 'diselimuti' oleh spanduk-spanduk kampanye. Kalau mereka sudah mengeluarkan biaya yang sebesar itu hanya pada saat kampanye maka dapat dibayangkan pasti mereka akan mencari 'gantinya' ketika mereka terpilih dan menjabat sebagai kepala daerah. Kalau sudah begini kapan korupsi bisa dibersihkan dari bumi Indonesia.
Kapan ye...
Senin, Mei 19, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
konon kabarnya, gara2 kampanye pilpres beberp thn lalu, tetangga aku jadi ketiban rizky. tiba2 aja doi punya banyak koleksi celana boxer baru dgn warna dan motif yg seru. usut py usut ternyata celana2 itu dibuat dari bekas bendera2 partei. wah, kebayang nggak kalo akyu bisa buka usaha garmen daster partei.... :>
Posting Komentar