Kamis, Mei 08, 2008

The [next] President

Sebagai sebuah negara yang menganut sistem pemerintahan Presidentil, maka Indonesia dipimpin oleh seorang Presiden dalam memimpin pemerintahan sekaligus sebagai kepala negara.

Sebagaimana umumnya negara yang menganut sistem pemerintahan tersebut maka Presiden akan dipilih setiap satu periode tertentu, akan tetapi lazimnya Presiden dan wakilnya akan dipilih setiap 5 tahun yang merupakan satu periode normal agar presiden dapat bekerja maksimal dalam satu periode kepemimpinannya.

Sejak merdeka Indonesia telah dipimpin oleh 6 orang presiden yang masing-masing memiliki 'cerita menarik' dalam masa kepemimpinannya. Masing-masing presiden 'berkuasa' dan 'jatuh' dengan berbagai 'cara'.

Menurut ramalan Jayabaya, nanti sampai akhir jaman yang memimpin Indonesia adalah mereka yang memiliki nama akhir NO-TO-NE-GO-RO. Dari ramalan tadi Indonesia masih 'baru' sampai pada NO dan TO karena presiden pertama Indonesia adalah bapak Ir. Soekarno dan presiden kedua adalah bapak Soeharto. Sedangkan presiden-presiden pengganti selanjutnya tidak ada yang memiliki akhiran lanjutan seperti apa yang diramalkan oleh Jayabaya tadi.

Jika dilihat dari kenyataan tersebut maka Indonesia memang masih berada dalam tahapan NOTO yang dalam bahasa Indonesia berarti menata untuk selanjutnya setelah ditata maka akan menjadi sebuah negara seutuhnya.

Setiap menjelang pergantian presiden di Indonesia pasti akan berkembang analisa-analisa yang dikemukakan oleh ahli-ahli politik pemerintahan sampai dengan analisa-analisa kaum pinggiran mengenai siapa yang menjadi presiden selanjutnya.

Ada istilah 'Satrio Piningit' yang digambarkan merupakan seorang tokoh yang nantinya tiba-tiba muncul menjadi pemimpin bangsa dan akan membawa bangsa ini ke arah kemakmuran. Satrio Piningit ini bukan orang yang disangka-sangka akan bisa menjadi presiden, tapi ketika ia menjadi presiden maka ia akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Analisa mengenai Satrio Piningit mulai muncul menjelang akhir kepemimpinan Presiden Soeharto ketika masyarakat mulai bertanya-tanya siapa Satrio Piningit yang akan menggantikan pak Harto. Ketika pak Harto digantikan oleh pak Habibie banyak orang kembali bertanya, "Apa betul pak Habibie yang jadi Satrio Piningit?".
Satrio Piningit akan [masih] menjadi misteri.

Dalam sebuah bukunya, Emha Ainun Nadjib menyatakan bahwa yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia untuk membawa dalam kemakmuran adalah bukan Satrio Piningit tapi Satrio Pinilih. Sosok yang akan memimpin Indonesia nantinya adalah orang memang bebar-benar 'pinilih' atau sosok pilihan. Tentu pilihan yang terbaik.

Semoga Indonesia tetap Jaya...

Tidak ada komentar: