Selasa, Mei 06, 2008

Nasib Pedagang Makanan Kaki Lima

Melihat kota yang indah dan tertata dengan rapi dan bersih adalah dambaan setiap penduduk yang tinggal di sebuah kota. Dengan suasana indah dan nyaman maka kita yang tinggal di kota tersebut akan merasa betah.

Suasana kota yang kumuh dan semrawut akan menambah beban hidup penduduk kota. Kumuh dan semrawut biasanya identik dengan kemacetan lalulintas. Kemacetan sering diakibatkan oleh parkir kendaraan yang di sembanrang tempat, juga pedagang-pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya sampai memenuhi badan jalan.

Diantara pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya di badan jalan adalah pedagang makanan. Banyak pedagang makanan ini yang telah lama berjualan akhirnya memiliki pelanggan tetap dari jualannya dan akhirnya banyak warung tenda yang didirikan. Seperti pedagang Bakso, Nasi Goreng dan lainnya yang telah membawa kesan tersendiri bagi pelanggannya sehingga mereka menjadi pelanggan setia di warung-warung tenda tersebut. Pada saat jam makan siang atau malam hari kawasan pedagang warung tenda ini kerap terjadi kemacetan karena banyaknya pembeli dan parkir mobil dari pembeli di warung tenda tersebut.

Dengan timbulnya masalah tersebut maka akhirnya pemerintah mengambil kebijakan dengan menertibkan mereka.

Dengan alasan mengembalikan fungsi jalan raya maka pihak-pihak seperti Polisi Pamong Praja dan Polantas menertibkan mereka. Padahal, mereka sudah lama berjualan di tempat itu dan sudah punya pelanggan yang sering datang menikmati makanan di situ.

Sebetulnya upaya aparat tersebut memang sepatutnya dilakukan, akan tetapi juga seharusnya diberikan satu solusi dengan melokalisir pedagang makanan tersebut di suatu tempat, sehingga pelanggan tidak akan merasa 'kehilangan'.

Selanjutnya di tempat lama mereka berjualan diberikan pengumuman, "SELURUH PEDAGANG TELAH DIPINDAHKAN KE DAERAH...."

Tidak ada komentar: