Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku
Bersahabat
Penuh selaksa makna
[Yogyakarta, by KLA Project]
Sepotong bait lagu milik KLA Project sangat pantas untuk bisa melukiskan Jogja. Lima tahun yang lalu dan sekarang tidak jauh berbeda. Seorang penarik becak di Jogja sampai berkata pada saya, "Jogja dulu dan sekarang ya sama saja mas, cuma sekarang lebih banyak mobil. Macet...".
Suasana dan keramahan yang saya dapati ketika berada di Jogja memang tidak berubah. Tugas dari kantor mengharuskan saya datang pada seminar di sebuah PTN di Jogja. Sebuah kesempatan yang sayang kalau disia-siakan.
Berbekal e-mail balasan dari mas Butet [terima kasih mas Butet atas info Malioboro dan sekitarnya], saya kembali 'memberanikan diri' datang ke Jogja.
Dengan KA Sancaka Minggu pagi dari Surabaya, jam 12.40 saya sudah sampai di Stasiun Tugu dan langsung menuju penginapan di Jl. Dagen di seputaran Malioboro yang terkenal banyak hotel budget-nya.
Setelah check-in dan makan siang di depan penginapan saya langsung menuju Pasar Bringharjo. Sesuai dengan petunjuk mas Butet, kalau di Pasar Bringharjo yang ada adalah Gado-gado dan Ratengan di lantai 2.
Mungkin karena sudah terlalu sore, karena sebelum saya ke lantai 2 saya sibuk memilih-milih dan membeli beberapa potong batik buat oleh-oleh saya nggak berhasil menemukan Gado-gado dan Ratengan. Saya lupa kalau mas Butet juga merekomendasikan Soto Pithes di lantai 1 Pasar Bringharjo dan saya baru ingat waktu buka catatan sepulang dari seminar hari Senin.
Di depan toko Makmur Jaya saya juga tidak menemukan ibu penjual ayam panggang Klaten. Yang ada di sana cuma penjual Es Dawet dan Es Campur yang dikerubuti banyak orang.
Malam harinya saya berjalan ke arah Pasar Bringharjo dan menemukan penjual Onde-onde seperti yang dibilang mas Butet. Per bijinya dijual seharga Rp.1.250,- dan untuk rasanya hampir-hampir mirip dengan Onde-onde 'BO LIEM' Mojokerto.
Penasaran dengan Brongkos Koyor KOTIK saya iseng-iseng tanya dengan mbak yang jual voucher isi ulang pulsa arah daerah Gandekan dan ternyata mbak-nya tau kalo saya lagi cari Brongkos KOTIK. Sayangnya, menurut mbak-nya KOTIK nggak jualan kalo hari Minggu. Wah...gak bisa ngicipi telur kecapnya dong.
Satu lagi rekomendasi mas Butet yang belum bisa saya penuhi yaitu Gudeg Bu Joyo yang bukanya sekitar jam 11. Karena saya harus seminar besok paginya saya nggak berani 'klayapan' sampe jam 11 malam. Takut kesiangan...
Sekali lagi terima kasih mas Butet untuk 'pengarahan'-nya lain kali aku akan kembali ke Jogja. Pinginnya nerusin S-2 di Jogja sih...
PS: di Jl. Dagen ada toko yang jualan/produksi bakpia yang rasanya nyuuuusss...
Beda dengan bakpia lain dan kemasan kotaknya lebih OK karena gak pake angka-angka.
Kamis, Juni 19, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar