Kota Batik di Pekalongan
Bukan Jogja bukan Solo
[SBY (Sosial Betawi Yoi), by SLANK]
Potongan lirik lagu dari SLANK di atas ternyata telah menjawab pertanyaan saya tentang Pekalongan yang dikenal dengan sebutan Kota Batik. Sebagai kota yang dikenal memproduksi banyak batik, maka produk batik-nya tersebar ke seluruh daerah bahkan sampai Jogja dan Solo.
Terbukti ketika saya berada di Jogja awal minggu ini, saya menemukan batik-batik Pekalongan banyak dijual di Pasar Bringharjo. Setiap saya melihat label merek ternyata kebanyakan batik yang dijual adalah produksi Pekalongan.
Hal ini juga terjadi ketika saya berada di pasar Klewer Solo yang juga banyak pedagang batik berjualan di sana. Ternyata saya juga menemukan banyak batik yang produksi Pekalongan dijual di pasar Klewer. Meskipun di Solo ada kampung Laweyan yang terkenal dengan kampung batik.
Meskipun secara budaya dan historis Jogja dan Solo juga memiliki kekayaan luhur batiknya, akan tetapi ternyata batik Pekalongan lebih 'menguasai' pasar. Hal ini menggambarkan bahwa industri batik Pekalongan masih eksis meskipun ada indikasi penurunan jumlah produsen batik di sana.
Menurut Sutrisno Bachir [Ketua Umum PAN] dalam sebuah kesempatan menyatakan, banyak produsen batik Pekalongan yang terpaksa tutup bukan karena mereka kekurangan modal atau kesulitan bahan produksi. Mereka terpaksa berhenti berproduksi hanya karena sudah tidak ada lagi yang mau meneruskan usaha batik tersebut.
Banyak pengusaha batik Pekalongan yang menyekolahkan anak-anak mereka ke luar kota bahkan sampai ke luar negeri. Ternyata setelah mereka selesai sekolah banyak dari mereka yang tidak mau meneruskan usaha orangtuanya dan memilih bekerja di bidang lain di luar daerah.
Semoga batik bisa tetap menjadi identitas bangsa Indonesia. Sebuah warisan luhur budaya yang harus dijaga dan dipelihara.
Jumat, Juni 20, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
chocho dear, mau juga dong batiknya satuh ajah ....
batik....
ikuti blog aku yah...
takjubharu.blogspot.com
Posting Komentar